News Update08 Oktober 2018 08:30:51: Analisis KR Kualitas Manusia Indonesia

Analisis KR Inovasi Perguruan Tinggi

Bookmark and Share
31 Oktober 2018 - 09:20:47 » Diposting oleh : admin » Hits : 164
Analisis KR Inovasi Perguruan Tinggi

Dalam pertemuan dengan civitas perguruan tinggi Indonesia bertempat di Istana Negara baru-baru ini, Presiden Jokowi sempat menyentil Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek-Dikti). Pertanyaannya, mengapa baru ada tiga Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Indonesia yang masuk daftar 500 besar perguruan tinggi terbaik dunia. Untuk itu, Presiden Jokowi berharap perguruan tinggi harus segera melakukan inovasi. Dan inovasi harus dilakukan dengan mempertimbangkan kecepatan. Artinya inovasi harus dilakukan dengan cepat.

Perguruan tinggi harus berlomba dengan kecepatan yang sudah menjadi (hukumi) kemajuan. Kalau perguruan tinggi tidak cepat melakukan inovasi maka akan ditinggal oleh kemajuan zaman. Dan di hadapan lebih dari 100 rektor PTN, Presiden Jokowi menagih inovasi perguruan tinggi untuk membuka fakultas atau program studi baru yang sesuai dengan perkembangan zaman. Beliau meminta fakultas atau program studi yang using segera dihapus.

Sentilan Presiden Jokowi tentang minimnya perguruan tinggi Indonesia yang masuk dalam daftar perguruan tinggi terbaik dunia kiranya perlu mendapat perhatian kita semua. Nyatanya saat ini dari 4.400-an perguruan tinggi kita hanya tiga perguruan tinggi yang bisa masuk 500 besar Quacquarelli Symonds (QS) World University: Universitas Indonesia (UI) Jakarta, Institut Teknologi Bandung (ITB) Bandung, dan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

Bagaimana dengan PTN senior seperti Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Universitas Sriwijaya (Unsri) Palembang, Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar? Sederetan PTN ini belum mampu unjuk prestasi di QS World University.

Dalam publikasi Webometrics mutakhir, Juli 2018, 2018 Ranking Web of Universities, July New Edition, tidak ada satu pun perguruan tinggi Indonesia berada dalam Daftar 500 Perguruan Tinggi Terbaik Dunia, apalagi Daftar 100 Perguruan Tinggi Terbaik. Seratus perguruan tinggi terbaik dunia didominasi oleh perguruan tinggi di Amerika Serikat (AS). Sebagai catatan perguruan tinggi yang berada pada ranking pertama adalah Harvard University yang berkiprah di Kota Cambridge, Negara Bagian Massachusetts, AS. Universitas ini bukan PTN melainkan PTS.

Apakah perguruan tinggi Indonesia dapat berbicara di Asia? Entahlah, tetapi dalam Daftar 10 Perguruan Tinggi Terbaik Asia tidak ada satu pun nama perguruan tinggi kita. Sebagai catatan perguruan tinggi yang berada pada ranking pertama adalah Tsinghua University yang berkiprah di Kota Beijing, Cina (Daratan).

Apakah perguruan tinggi Indonesia dapat berbicara di ASEAN? Dalam Daftar 10 Perguruan Tinggi Terbaik ASEAN tidak ada satu pun nama perguruan tinggi kita. Sepuluh perguruan tinggi terbaik ASEAN adalah 2 dari Singapura, 4 dari Malaysia dan 4 dari Thailand. Sebagai catatan perguruan tinggi yang berada pada ranking pertama adalah National University of Singapore yang berkiprah di Daerah Ken Ridge, barat daya Singapura.

Dari ilustrasi tersebut bisa dikatakan kualitas perguruan tinggi kita belum optimal, Untuk meningkatkan kualitas. Sehingga untuk memacu inovasi sebagaimana yang diharap oleh Presiden Republik Indonesia maka sentuhan terhadap dosen dan calon dosen sekarang ini mutlak diperlukan. Sentuhan terhadap dosen artinya para dosen yang ada harus dipacu dan dipicu untuk menduduki jabatan setinggi mungkin. Jabatan guru besar alias professor sekarang ini di Indonesia masih sangat prestisius disebabkan minimnya jumlah guru besar kita. Pemerintah hendaknya mendorong dan memfasilitasi para dosen menjadi guru besar. Di sisi lain, jumlah doktor pun relatif sedikit dibanding kebutuhan.

Memberi sentuhan kepada calon dosen artinya pemerintah (dengan swasta) perlu menyekolahkan para pemuda Indonesia yang berpotensi, di perguruan-perguruan tinggi terbaik dunia. Kirimlah pemuda Indonesia ke AS, Jerman, Inggris, Prancis, Jepang, Korea serta Arab dan Mesir untuk prodi tertentu guna membangun perguruan tinggi Indonesia masa depan. Mereka diwajibkan mengembangkan perguruan tinggi Indonesia, PTN atau pun PTS, setelah selesainya mengikuti pendidikan.

Untuk mengembangkan perguruan tinggi Indonesia memang tidak bisa dilakukan secara instan. Akan tetapi harus melewati perencanaan yang sistematis dan dijalankan secepat mungkin. Kiranya inilah salah satu bentuk inovasi yang diharapkan presiden kita.

Penulis adalah Direktur Pascasarjana Pendidikan UST Yogyakarta
serta Wakil Presiden PanPacific Association of Private Education (PAPE) bermarkas di Tokyo, Jepang

Diliput di Harian Kedaulatan Rakyat, Selasa, 30 Oktober 2018 halaman 1

Info Terkait

Tinggalkan Komentar

  • Nama
  • Website
  • Komentar
  • Kode Verifikasi
  • 140 + 5 = ?
Banner
SMS Center
International Seminar
Online Support
Statistik Member
Member:211 Orang
Member Aktif:211 Orang
Member Baru Hari Ini:0 Orang
Statistik Pengunjung
Pengunjung Online:1
Total Pengunjung:133242
Total Hits:489886
Copyright © 2014 Pascasarjana Pendidikan Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta. All Rights Reserved
Developed by Beesolution.Net