Analisis KR "BEBAS SKRIPSI"

Bookmark and Share
18 April 2020 - 15:41:10 » Diposting oleh : rahmatmulyono » Hits : 114
Analisis KR

Bebas Skripsi

Humas Pascadik UST. 18/4. Kemendikbud sejauh ini tidak melarang bebas skripsi. Pj Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Nizam menyatakan bahwa bebas skripsi merupakan otoritas kampus. Pihak kampus dipersilakan memberi berbagai kemudahan kepada mahasiswanya, termasuk memberi bebas skripsi, sepanjang capaian pembelajaran atau learning outcome tidak diabaikan. Banyak hal dapat dikompromikan, kecuali kualitas pembelajaran.

Benarkah bebas skripsi tidak mengganggu kualitas pembelajaran? Hal ini menjadi masalah yang sejak dulu menimbulkan adu argumentasi. Di satu sisi menyatakan bebas skripsi tidak mengganggu kualitas pembelajaran dan membantu kelancaran studi mahasiswa. Di sisi yang lain menyatakan bebas skripsi mengganggu kualitas pembelajaran dan menghilangkan kebanggaan mahasiswa.

Perlu dicatat bahwa polemik bebas skripsi sudah muncul jauh hari sebelum adanya wabah Korona sekarang ini. Terlepas dari polemik, sekarang kita sedang berada pada era transisi. Era dari perguruan tinggi konvensional yang ilmiah murni dan cenderung stagnan menuju perguruan tinggi reformatif kombinasi ilmiah dengan empiris dan dinamis.

Kereformatifan perguruan tinggi saat ini dapat dilihat dari merdekanya mahasiswa untuk mengambil mata kuliah di luar program studi, baik di dalam maupun di luar perguruan tingginya. Merdekanya perguruan tinggi menentukan kapan harus melakukan akreditasi.

Juga merdekanya perguruan tinggi membuka program studi baru sejauh memiliki kerja sama mutalistik dengan perusahaan internasional, dan sebagainya. Dalam kondisi kereformatifan tersebut tidaklah aneh memberlakukan bebas skripsi dan menggantikannya dengan kegiatan lain yang menantang dan bermanfaat bagi mahasiswa, perguruan tinggi dan/atau masyarakat.

Apa sulitnya mahasiswa Prodi Seni Tari yang menciptakan tarian baru yang diakui pakar tari diapresiasi dengan bebas skripsi? Apa rumitnya mahasiswa Prodi Elekronika yang memenangkan lomba nasional kehebatan robot diberi insentif bebas skripsi?

Apa sukarnya mahasiswa Prodi Lintas-agama yang berhasil menghilangkan konflik antaragama di daerah tertentu dihadiahi bebas skripsi? Kalau hal tersebut dapat dilakukan maka mahasiswa justru tertantang untuk menciptakan tarian baru, memenangkan lomba nasional kehebatan robot, menghilangkan konflik antaragama. Serta kegiatan lain yang karyanya langsung dinikmati masyarakat. (Prof Dr Ki Supriyoko, Penulis adalah Direktur Pascasarjana Pendidikan UST Yogyakarta)-d

 

Info Terkait

Tinggalkan Komentar

  • Nama
  • Website
  • Komentar
  • Kode Verifikasi
  • 192 + 7 = ?
Banner
SMS Center
PMB
Online Support
Statistik Member
Member:223 Orang
Member Aktif:223 Orang
Member Baru Hari Ini:0 Orang
Statistik Pengunjung
Pengunjung Online:1
Total Pengunjung:180566
Total Hits:647296
Copyright © 2014 Pascasarjana Pendidikan Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta. All Rights Reserved
Developed by Beesolution.Net