Analisis KR Rektor Asing

Bookmark and Share
06 Agustus 2019 - 08:31:24 » Diposting oleh : admin » Hits : 71
Analisis KR Rektor Asing

Wacana mendatangkan Rektor asing untuk memimpin perguruan tinggi negeri PTN di Indonesia akhir-akhir ini menguat kembali. Sebenarnya dua atau tiga tahun yang lalu wacana tentang Rektor asing sudah menjadi diskusi publik, namun sempat menghilang karena tidak terdapat tanda-tanda yang mengarah ditindaklanjuti nya wacana tersebut pada tahap realitas.

Sekarang wacana tersebut menguat kembali, bukan itu saja rencana mendatangkan rektor asing, terlepas dari sejauh mana tingkat ketersetujuan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), sepertinya semakin mendekati kenyataan. Pada tahun 2020 nanti direncanakan paling tidak ada 1 PTN dipimpin oleh Rektor asing dan pada tahun 2024 ada 5 PTN yang dipimpin oleh Rektor warga negara asing alias WNA.

Biasa, di negara kita seperti apa ada gagasan baru yang menyangkut kepentingan publik selalu menimbulkan pro dan kontra; ada yang setuju dan ada pula yang menolak. Begitu pula dengan gagasan mendatangkan Rektor asing untuk PTN di Indonesia ada yang setuju dan ada yang menolak.

Tujuan didatangkan tanya Rektor asing tentunya tidak jelek, yaitu untuk meningkatkan kualitas dan daya saing PTN. Kedatangan Rektor asing dalam jangka waktu tertentu diharapkan dapat membawa PTN menjadi kelompok 200 perguruan tinggi terbaik dunia (World Class University) alias peringkat ke 200 atau lebih kecil lagi perguruan tinggi terbaik dunia.

Untuk mencapai tujuan tersebut memang tidak mudah. Selama ini PTN kita yang notabene dipimpin oleh orang awak tidak pernah berhasil meraih peringkat tersebut. Baik memeringkatkan kasih Times Tigher Education versi QS World University juga versi Centro de Ciencias (CCHS) atau lebih dikenal versi Webometrics versi Shanghai Jiao Tong University atau versi lain.

Apakah Rektor asing bisa menjamin menaikkan peringkat PTN masuk dalam kelompok 200 perguruan tinggi terbaik dunia? Kemungkinan tentu bisa, tetapi jaminan tentu saja tidak. Mengapa karena kualitas perguruan tinggi tidak semata-mata ditentukan oleh Rektor yang memimpin. Banyak faktor yang menentukan kualitas perguruan tinggi. Disamping Rektor juga faktor kualitas dan pengalaman dosen sebagai pendidik kelengkapan sarana dan prasarana, ketersediaan fasilitas teknologi informasi, royalitas civitas akademika terhadap lembaga dan sebagainya.

Secara empiris kita bisa melihat sebenarnya banyak Rektor PTN yang memiliki kualitas serta pengalaman yang bagus dalam memimpin lembaga, meskipun demikian yang bersangkutan tidak berhasil meningkatkan mutu lembaga secara signifikan.

Mengapa hal tersebut bisa terjadi? Karena faktor faktor lain di luar faktor-faktor di dalam mendukung. Bagaimana lembaga bisa meningkatkan mutu nya secara signifikan kalau kualitas dosanya terbatas, bahkan jumlah dosennya pun pas-pasan. Bagaimana lembaga bisa meningkatkan mutunya secara signifikan kalau sarana dan prasarana tidak memenuhi standar minimal perguruan tinggi dan sebagainya.

Pertanyaan senadanya; bagaimana Rektor asing nantinya bisa meningkatkan mutu atau kualitas dan daya saing PTN kalau kualitas dan kuantitas dosennya pas-pasan sarana dan prasarana lembaga tidak memenuhi standar perguruan tinggi dan sebagainya.

Apakah untuk meningkatkan kualitas dan daya SNMPTN harus dengan mendatangkan investor asing jawabnya adalah tidak harus kita bisa belajar dari pembekuan tinggi asing yang dipimpin oleh Rektor lokal dan berhasil meningkatkan kualitas dan daya saing tingkat dunia sebut saja misalnya Universitas Tokyo di Jepan.

Universe Tokyo yang merupakan alias BTN berkiprah di Tokyo memiliki sekitar 28.000 mahasiswa yang diantaranya banyak mahasiswa asing peringkat kedua 2 versi QS World University peringkat ke-1 Asia versi webometrics. Luar biasa!

Desa Apakah PTN yang prestasinya luar biasanya tersebut dipilih oleh Rektor asing? Setahu penulis tidak pernah University Tokyo selalu dipimpin presiden atau (kurang dikenal lokal)

Kesimpulannya untuk meningkatkan kualitas dan daya saing PTN di Indonesia tidak harus mendatangkan Rektor asing.

Penulis adalah Direktur pascasarjana pendidikan dan pernah menjabat Rektor UST Yogyakarta.
Dimuat di Harian Kedaulatan Rakyat, Selasa Pon, 6 Agustus 2019

Info Terkait

Tinggalkan Komentar

  • Nama
  • Website
  • Komentar
  • Kode Verifikasi
  • 123 + 4 = ?
Banner
SMS Center
International Seminar
Online Support
Statistik Member
Member:211 Orang
Member Aktif:211 Orang
Member Baru Hari Ini:0 Orang
Statistik Pengunjung
Pengunjung Online:1
Total Pengunjung:156710
Total Hits:556954
Copyright © 2014 Pascasarjana Pendidikan Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta. All Rights Reserved
Developed by Beesolution.Net